Santap Malam di Denpasar Mum Food Market

Denpasar Denpasar (0)


  • Denpasar
  • 08.00 - 17.00
  • Denpasar
  • 2345 Visitors / Day
  • 20 Minutes to Airport

Tempat makan yang berlokasi di Jalan Mahendradata Nomor 100 ini merupakan pusat jajanan outdoor malam hari. Denpasar Mum Food Market (DMFM) dibuka sekitar akhir 2016. Ada sekitar 16 kios makan yang bisa jadi pilihan pengunjung yang rata-rata menjual makanan tradisional dengan harga sangat miring.

Warung Surabaya Cak Gus misalnya menawarkan menu soto ceker dan soto ayam dengan harga Rp 12 ribu per porsi. Warung ini juga menjual rawon dengan harga Rp 18 ribu per porsi. Nasi goreng gule kambing di sini sudah bisa disantap pengunjung dengan cukup merogoh kocek Rp 20 ribu.

Kangen kuliner Bandung? Pengunjung bisa mampir ke Warung Raoz dan menikmati batagor, siomay, dan cilok dengan harga kurang dari Rp 10 ribu hingga belasan ribu rupiah. Cuma mau makan bubur ayam, tapi suasananya pengen kayak di kafe? Ada juga kiosnya di sini.

Depot Ojie Asli (DOA) yang juga berada di dalam lingkungan ini menyiapkan masakan-masakan khas Medan. Mie kocok medan, salah satu menu andalannya hanya dijual Rp 18 ribu per porsi. Pedasnya cukup membangkitkan nostalgia makan mie kocok di Sumatra Utara. Jangan lupa mencoba nasi goreng medan dan empek-empek sambil menyeruput segelas es cendol di sini.

Pengunjung tak perlu berpindah lokasi ke mal jika ini menikmati makanan Japanese atau Korean Food. Persis di samping Depot Ojie, ada Hot Box. Aneka menu Korea, seperti Korean sauce chicken rice bowl, salted egg dory rice bowl, dan menu andalannya, peri-peri barbeque chicken. Menu ini kabarnya paling banyak dipesan di lokasi juga via aplikasi Go Food.

Tak jauh dari Hot Box ada Arkenzi Sushi & Ramen. Di sini pengunjung bisa mencoba ramen dan sushi khas Jepang. Harganya jangan ditawar lagi ya, murah sekali, di kisaran Rp 15-30 ribu per porsi. Seru banget kan?

Pengunjung bisa sekalian berswafoto di depan torii Arkenzi. Torii adalah sebutan untuk gerbang tradisional Jepang yang sering ditemukan di pintu masuk kuil dengan cat merah dan palang atas berwarna hitam.

Tepat di tengah-tengah lapangan DMFM, sebuah pentas live music disediakan untuk musisi-musisi lokal, khususnya saat akhir pekan. DMFM buka pukul 18.00 WITA dan tutup pukul 00.00 WITA. Meski demikian, beberapa kios sudah buka sejak pukul 11.00 WITA.

DMFM membuktikan enak itu tak selalu mahal. Pengunjung yang tetap ingin nongkrong cantik di tanggal tua, tapi dompet sudah menipis, silakan datang ke DMFM.

Ini adalah pusat kuliner di mana semua jajanan pinggiran Nusantara dan luar negeri naik kelas, mulai dari Bandung, Surabaya, Medan, Jakarta, Jepang, Korea, dan Western. Makanan tradisional di sini tidak dijual ala angkringan, warung pinggiran, atau menggunakan gerobak sorong, melainkan di tempat cantik bernuansa kafe.

Istimewanya DMFM adalah semua meja makan outdoornya dipasangi colokan listrik. Tak heran jika banyak ‘fakir colokan’ mampir dan makan di sini. Tempat ini cocok untuk pengunjung yang ingin meeting singkat, mengerjakan tugas kuliah, arisan, , atau sekadar berkumpul bersama teman-teman.


Reviews

Leave a review
0 Comment

Sign In

;