Puri Agung Jro Kuta

(0)


Menyusuri kawasan warisan budaya, pastikan tak ketinggalan singgah ke bangunan-bangunan puri. Nah, tak jauh sebelum memasuki kawasan kota tua Jalan Gajah Mada, berhenti dan nikmati keagungan Puri Agung Jro Kuta.

Tatanan batu bata merah menghiasi pintu masuknya. Justru pada gerbang-gerbang itu menjadi penanda tinggalan bangunan bersejarah sebagian besar puri-puri di Bali. Begitu pula, Puri Agung Jro Kuta ini.

Berdasarkan catatan sejarah, bangunan puri ini berdiri sekitar 1820 Masehi oleh Dewa Gede Jambe Badung atau Kyai Agung Gede Jro Kuta Kahuningan.

Keluarga Jro Kuta adalah keturunan langsung Puri Klungkung, yaitu Dewa Agung Kusamba yang merupakan Raja Klungkung ketika itu. Saat ini, delapan keluarga tinggal di puri tersebut.

Memasuki puri yang beralamat di Jalan Sutomo, Pemecutan Kaja ini, Anda akan mendapati empat area utama. Pertama, jaba ancak saji, merupakan bagian dari gerbang masuk ke area utama puri selanjutnya.

Kedua, jaba tengah, sebagai pintu masuk ke halaman puri. Ketiga, jaba tandeng, tempat berkumpul. Pada jaman dahulu area ini digunakan sebagai ruang tamu raja, lalu berubah fungsi menjadi tempat upacara keagamaan. Keempat, saren agung, berfungsi sebagai tempat tinggal.

Puri Agung Jro Kuta merupakan pengempon Pura Luhur Uluwatu, salah satu pura Sad Kahyangan di Bali. Tata letak dan zonasi bangunan puri ini masih sama seperti pertama kali didirikan.

Selain keunikan bangunan serta pemandangan area puri, bisa dipastikan menjadi daya tarik yang sayang dilewatkan sebagai kunjungan wisata kota tua. Apalagi, tradisi menenun masih dipertahankan anggota dan masyarakat sekitar puri. Kerajinan tangan turun temurun ini masih menggunakan alat tenun tradisional dari kayu yang usianya mencapai puluhan tahun.

Reviews

Leave a review
0 Comment

Sign In

;